PLNE & ThorCon International Tandatangani Perjanjian untuk Jasa Konsultansi Enjiniring PLTT ThorCon

admin_humas, 30 Apr 2021


Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung elektrifikasi di Indonesia, PLN Enjiniring (PLNE) bersama ThorCon International, Pte. Ltd. lakukan penandatanganan perjanjian untuk Jasa Konsultansi Enjiniring Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) ThorCon 500 MW di Menara Enjiniring pada Jum’at (30/04).

Penandatanganan perjanjian pekerjaan tersebut dihadiri langsung oleh CEO ThorCon International, Pte. Ltd., David Devanney beserta jajarannya dan juga Direksi PLNE beserta jajarannya. Serta disaksikan secara virtual oleh Ridha Yasser selaku Asisten Deputi Bidang Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Chrisnawan Anditya selaku Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta stakeholders lainnya.

Adapun pekerjaan yang direncanakan rampung pada akhir tahun 2021 tersebut, PLNE berkontribusi dalam pembuatan Feasibility Study dan Studi Tapak termasuk Grid Study yang merupakan kajian yang diarahkan oleh Pemerintah untuk dilakukan ThorCon sebagai salah satu langkah persiapan pembangunan Prototipe PLTT yang diharapkan dapat menjadi PLTN pertama Indonesia sebagai Independent Power Producer (IPP) dengan target operasi komersial 2028.

Dalam sambutannya, Didik Sudarmadi selaku Direktur Utama PLNE menyampaikan bahwa proyek tersebut dapat mendukung percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“PLTN ini termasuk dalam proyek EBT, dan melalui proyek ini diharapkan dapat memberikan percepatan dan membantu PLN dalam mencapai visi EBT 23% di tahun 2025. Selain itu, harapannya kami dari PLNE bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan tepat waktu dan memberikan hasil sekaligus mendukung energi nasional kedepannya.”

Melalui Jasa Konsultansi Enjiniring PLTT ThorCon 500 MW dan beberapa proyek EBT lainnya, PLNE berkomitmen untuk mendukung ketercapaian visi EBT 23% di tahun 2025 mendatang.

    Komentar

    Sedang mengirim